Hari Ini:

Kamis 28 May 2020

Jam Buka Toko:

07.00 s/d 21.00 WIB

Telpon:

+6285755987055

SMS/Whatsapp:

+6285755987055



Pembayaran Melalui

Rek : 3220258679
An. Purba Kuncara
Rek : 1440010469606
An. Purba Kuncara
Rek : 0195097576
An. Purba Kuncara
Rek : 000901044966503
An. Purba Kuncara

Kelebihan dan Kekurangan SWR Tuner atau Antenna Tuner

24 March 2020 - Kategori Blog

Harganya yang cukup mahal membuat SWR Tuner atau Antenna Tuner jarang yang memiliki. Ada sebuah mitos bahwa dengan alat ini maka Anda bisa bekerja di frekuensi yang lebih lebar. Tapi apakah efisien ?

Mari kita simak kelebihan dan kekurangannya…

KEUNTUNGAN :
Dengan menggunakan antenna tuner, maka Anda bisa memakai sebuah antenna untuk bekerja di range frekuensi yang lebih lebar. Akan tetapi jika Anda memiliki banyak antenna-antenna khusus untuk masing-masing band, atau bisa juga dengan memiliki 1 antenna multiband, itu adalah lebih baik daripada menggunakan antenna tuner.

Tujuan utama penggunaan Antenna Tuner bukanlah untuk tujuan efisiensi, tapi adalah UNTUK MELINDUNGI TRANSMITTER.

 

KERUGIAN :
Jika Anda menggunakan antenna tuner, maka Anda bekerja dengan rugi-rugi (losses) yang terdapat pada antenna tuner itu sendiri,  ditambah rugi – rugi yang terdapat sepanjang line/coax dan mismatch ( unmatched ) antenna. Fungsi antenna tuner adalah hanya menjembatani ketidakcocokan impedansi diantara output TX dengan impedansi diujung bawah kabel coax (yang meskipun karakteristik kabelnya 50 ohm tetapi impedansi dititik itu akan berubah tidak lagi 50 ohm tergantung dari seberapa panjang kabel dan seberapa ketidaksesuaian impedansi “diatas” atau antara antenna & ujung atas kabel). Jadi tuner lebih banyak berfungsi untuk melindungi TX saja. Pancaran radio terkuat ( effisiensi tertinggi ) bukan didapat dengan pemasangan antenna tuner, melainkan dengan mendesain antenna yang baik dan match langsung ke frekuensi kerja, ditambah dengan merancang menggunakan kabel coax sedemikian rupa agar lossesnya sekecil mungkin.

Jadi masih perlukah membeli Antenna Tuner ?

Memang ketika baru memiliki perangkat radio VHF berikut antena, coax dan power supply, biasanya ada keinginan untuk membeli antena tuner VHF / UHF. Belum lengkap rasanya ya, apalagi uang juga ada.. Hehehe… Alasan praktis membeli antena tuner adalah supaya transmit di frekuensi berapapun akan mendapat nilai SWR dan power yang baik.

Jadi inti pemakaian antena tuner VHF / UHF adalah bagaimana agar bisa transmit di frekuensi berapapun dan nilai SWR masih bagus. Nilai SWR bagus ini dikatakan matching. Pertanyaannya adalah memang mau transmit di rentang frekuensi berapa sih sehingga harus matching di setiap frekuensi VHF / UHF ?.

Menurut saya sih adalah tidak worthed jika membeli antena tuner VHF / UHF. Mengingat harga 1 unit antena tuner VHF / UHF tidaklah murah, dan di online jarang sekali yang menjual dalam kondisi baru, rata-rata adalah bekas. Dengan harga semahal itu sebenarnya kita malah bisa dapat sebuah atau beberapa antena tuner VHF / UHF dengan kualitas yang baik.

Menurut saya mendingan memasang beberapa antena saja jika memang berkeinginan untuk pindah-pindah frekuensi. Tetapi permasalahannya apakah hal tersebut dibolehkan ? Mengingat antena Hustler G7 saja sudah pretuned di frekuensi 144-148 MHz. Artinya antena yang konon tidak bisa di-tuning sudah bekerja di band frekuensi amatir.

Apabila ternyata pembaca memiliki lisensi selain radio amatir, nampaknya tetap akan lebih menguntungkan jika sebaiknya menambah atau membeli antena baru saja.

 

URUTANNYA :
Kalau diurutkan konfigurasi mana yang memberikan pancaran terkuat, maka urutannya adalah :

1. Paling kuat kalau kita punya banyak antenna ( 1 antenna untuk 1 band frekuensi ).

2. Urutan kedua : Kerja agak lebih praktis kalau kita menggunakan 1 antenna multiband (broadband), tapi tentu saja ada band band yg menurun pancarannya.

3. Dan urutan ketiga dimana kita bekerja dengan losses besar adalah jika kita menggunakan 1 antenna dan antenna tuner.

Dari link ini http://en.wikipedia.org/wiki/Antenna_tuner kita bisa membaca : An antenna plus matcher is never as efficient as a naturally resonant antenna due to additional induced losses on the feed line due to the SWR (multiple reflections), and losses in the ATU itself, although issues of pattern and capture area may outweigh this in practice. …. yang artinya ….. “Bekerja menggunakan antenna plus antenna tuner tidak mungkin bisa seefisien jika dibandingkan dengan menggunakan “antenna murni / natural” alias antenna resonan ……..dst“.

Atau kalau kita membaca link ini http://www.hamuniverse.com/tuner.html akan kita temukan kalimat …. An antenna tuner, (transmatch), doesn’t really TUNE your antenna OR ANY PART OF IT! …. yang artinya “ANTENNA TUNER TIDAK AKAN MAMPU MEN-TUNE ANTENNA YANG TIDAK MATCH !! ( dia hanya “menjembatani ketidak cocokan antara output TX dengan input coax saja , semacam tugas interface pada komputer ). Pada link ini juga bisa dibaca lebih lanjut penjelasannya.

Jika dasar-dasar pengetahuan tentang antenna maupun transmission line ( kabel ) kita pelajari lebih dalam (karena sehari hari bisa kita temukan banyak sekali persepsi-persepsi yang salah tentang antenna, kabel maupun peralatan / instrumentnya), maka nanti lama-lama (pelan-pelan) kita akan bisa memahami mengapa bekerja hanya dengan TX 1 atau 5 watt saja kok mampu mencapai ribuan sampai belasan ribu km ? …. Kuncinya adalah para QRP‘er itu memang bekerja dengan effisiensi tinggi. Mereka selalu menghindari terjadinya ineffisiensi dan losses-losses besar pada seluruh rangkaian, mulai TX sampai antenna.

Itulah ulasan tentang perlu tidaknya memakai antena tuner VHF / UHF. Pilihan kembali ke masing-masing orang dan tergantung ketersediaan dana serta kebutuhan untuk selalu pindah-pindah di frekuensi.